Selasa, Desember 02, 2008

Electronic Data Interchange or EDI

Electronic Data Interchange disingkat dengan EDI merupakan mekanisme untuk pertukaran data-data untuk keperluan bisnis secara elektronis. Adanya EDI dapat mempercepat proses bisnis. Kelemahan EDI adalah implementasinya yang sangat spesifik dan tertutup sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan adanya Internet, mulai muncul EDI (over) Internet, dan Open EDI yang diharapkan dapat menekan biaya dengan menggunakan Internet.

Chancellor(TM) EDI merupakan Software EDI khusus rumah sakit untuk memperlancar dan memperbaiki ketelitian dan aliran informasi yang penting, untuk menjamin tagihan rumah sakit diproses dengan aman, teliti, dan selesai tepat waktu. Membuat rumah sakit dapat dengan cepat melengkapi dan memproses transaksi mereka dan pembayaran tagihan oleh pasien dapat lebih cepat dan akurat. Penggunaan Edi memberikan kontribusi positif yang sangat luar biasa bagi cash flow perusahaan yang tertata rapi dan akurat, dan juga Chancellor EDI sangat mudah untuk digunakan orang awam, sehingga tidak memerlukan biaya training yang cukup besar dalam pengimplementasiannya.

it's about E-commerce

Electronic commerce atau disingkat e-commerce adalah metode penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran produk, baik barang dan jasa, melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-business yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-marketing, atau online marketing, online transaction processing, electronic data interchange, dll.
Dalam melangkah menuju e-commerce McDonald's Corporation bekerja sama dengan Food.com, perusahaan pemesanan makanan oline dan jasa pengantaran, berkat kerja sama ini terjadi peningkatan pendapatan total McDonald's sebesar $80 million (US$). Selain itu, E-commerce adalah langkah inovatif untuk mendekatkan brands dengan customer bagi McDonald’s.
Pengunjung Food.com dapat membrowsing menu dari lebih 14,000 restorant dan memesan secara online. Dalam rencana pengembangannya, food.com dengan business-to-consumer (B2C) sites akan berusaha memperluas jasa pemesanan dan pengantaran di seluruh kota, dengan mencari lokasi yang dekat dengan universitas-universitas, karena mahasiswa adalah target market terbesar Food.com. Selain itu, Food.com telah bekerja sama dengan America Online untuk mendirikan home delivery food company.